HANYA ADA NAMA PESANTREN MISBAHUL HASAN


Oleh: Ghofur Hasbulloh,  SH

Teropongargopuro.blog.com: Untuk warga Jatisari, Kecamatan Wringin, Bondowoso, yang usia diatas 50 tahun,  pasti cukup mengenal keberadaan Pesantren Misbahul Hasan.  Sedangkan masyarakat yang usia 70 tahunan lebih,  bisa dipastikan,  mereka menjadi saksi kebesaran nama KH. misbahul Hasan. 

Pesantren Misbahul Hasan,  terletak di Desa Jatisari,  tepatnya 2 km dari pasar Wringin.  Dulunya,  merupakan ikon lembaga agama ternama di Kecamatan Wringin.  Namanya bersanding dengan Pesantren Ra'iyatul Husan (Raihan). Merupakan Pesantren yang didirikan oleh KH. Misbahul Hasan. 

Dalam catatan yang penulis kumpulkan dari beragam informan.  Pesantren yang kini tinggal puing-puing.  Dulunya adalah lembaga yang punya reputasi besar. Melalui kealiman dan kecakapan pendirinya,  hampir-hampir tiap tahunnya pejabat negara hadir mengunjungi pesantren Misbahul Hasan. Hingga Presiden Soeharto dikabarkan pernah singgah pula. 

Pesantren Misbahul Hasan,  didirikan oleh KH.  Misbahul Hasan. Beliau merupakan menantu pertama dari al-Arif Billah KH. Ra'iyatul Husan (Pendiri Pesantren Ra'iyatul Husan,  Wringin). 

Menjadi santri kepercayaan KH. Saifur Rijal (Pesantren Genggong,  Pajarakan,  Probolinggo), membuat nama KH. Misabhul Hasan sangat dekat dengan para elit pemerintahan orde baru.  Dan inilah kedepannya, salah satu jangkar pengembangan pesantren Misabhul Hasan dimasa kepemimpinannya. 

Hebatnya,  KH. misbahul Hasan tidak hanya mampu berkomunikasi dengan para ulama, umaro. Pun demikian, kedekatan dengan deretan artis papan atas negeri ini. Dan Rhoma Irama,  adalah sekian dari nama penyanyi yang mengunjungi desa Jatisari. 

Saking besarnya nama pesantren dan pengasuhnya,  warga Wringin kala itu familiar beranggapan,  hanya ada nama pesantren Misabahul Hasan. 

Sayangnya, kondisi kini tidak seindah masanya.  Bangunan dan hamparan rerumputan menjadi saksi bisu akan kebesaran nama Misabahul Hasan.  Hanya yang terawat hingga saat ini,  adalah Masjid dan astah (makam)  KH. Misbahul Hasan serta tempat tinggal keluarga. Harapan kedepannya,  semoga lahirlah generasi penerus pesantren. Pada akhirnya,  kisah kebesaran akan terulang kembali. Dan, hanya ada nama pesantren Misbahul Hasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Luar Biasa! Sebagai Upaya besarkan Nama NU, Banser Kecamatan Pakem Dirikan Usaha Sekaligus Kantor

Membaca Peluang Koperasi Desa Merah Putih : Antara Harapan dan Kegagalan

MWC NU Pakem Bondowoso Bersama Banom Gelar Rutinan Perdana di Desa Tertinggi Wilayahnya